PERPUSTAKAAN DIGITAL, Sebagai solusi alternatif.

8 03 2009

Perpustakaan menempati posisi yang sangat penting dalam suatu kehidupan Perguruan Tinggi. Dari perpustakaanlah diharapkan akan muncul dukungan bagi kesuksesan teaching dan learning, serta penelitian. Namun kondisi perpustakan di Indonesia khususnya diberbagai Perguruan Tinggi saat ini, belum sebagaimana yang diharapkan. Disisi lain kebujakan baru pemerintah tentang Kurikulum berbasis Kompetensi, yang memberikan wewenang dan hak bagi setiap Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing akan mendorong munculnya dinamika baru dalam teaching dan learning. Kecendrungan baru ini akan menyebabkan mahasiswa dan dosen harus akrab dengan perpustakaan. Kedepan perpustakaan dituntut untuk mengembangkan kultur baru. Sehingga terlihat jelas bahwa kebutuhan sarana dan prasarana layana secara tekhnis semakin meningkat dimasa mendatang. Dalam kaitan inilah pengembangan paradigma baru perpustakaanyang berbasis Aplikasi Teknologi Informasi, mendesak untuk segera dipersiapkan dan diterapkan dari sekarang, sebagai solusi alternatif.

Perpustakaan menempati posisi yang sangat penting dalam suatu kehidupan Perguruan Tinggi. Dari perpustakaanlah diharapkan akan muncul dukungan bagi kesuksesan teaching dan learning, serta penelitian. Namun kondisi perpustakan di Indonesia khususnya diberbagai Perguruan Tinggi saat ini, belum sebagaimana yang diharapkan. Disisi lain kebujakan baru pemerintah tentang Kurikulum berbasis Kompetensi, yang memberikan wewenang dan hak bagi setiap Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing akan mendorong munculnya dinamika baru dalam teaching dan learning. Kecendrungan baru ini akan menyebabkan mahasiswa dan dosen harus akrab dengan perpustakaan. Kedepan perpustakaan dituntut untuk mengembangkan kultur baru. Sehingga terlihat jelas bahwa kebutuhan sarana dan prasarana layana secara tekhnis semakin meningkat dimasa mendatang. Dalam kaitan inilah pengembangan paradigma baru perpustakaanyang berbasis Aplikasi Teknologi Informasi, mendesak untuk segera dipersiapkan dan diterapkan dari sekarang, sebagai solusi alternatif.

* pengertian Perpustakaan

Kebanyakan orang beranggapan bahwa perpustakaan adalah sebuah gedung atau ruangan yang didalamnya dipenuhi dengan jajaran rak-rak yang terisi dengan buku-buku. Anggapan ini tidak terlalu salah, karena kata dasar perpustakaan adalah Pustaka. Yang dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti Kitab/buku. sedang dalam bahsa Inggris, perpustakaan adalah Library,yang bersal dari kata latin liber atau libri yang artinya Buku. Dalam bahasa belanda perpustakaan disebut juga bibliotheek, dan bahasa Perancis bibliotheque. Semua istilah ini berasal dari kata biblia dari bahasa Yunani yang artinya tentang buku, kitab. Dengan demikian tidaklah aneh apabil istilah perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku atau kitab.

Bisa kita tarik kesimpulan bahwa batasan perpustakaan adalah sebuah ruangan atau bagian sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan buku atau terbitan lain yang biasanya disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca. Dalam pengertian buku dan terbitan lainnya termasuk didalamnya, semua bahan cetak (buku, majalah, laporan, pamphlet, prosiding, berbagai karya media audio-visual seperti film, slide, kaset, mikrofis dan lain-lain.(Sulistyo-Basuki, 1991)

* Digital

Elektronika berasal dari Elektron yang ditemukan oleh Thomson pada tahun 1897, dan ia dapat membuktikan bahwa muatannya adalah negative. Sedang konsep planet mengatakan bahwa benda tersusun dari atom-atom, dan setiap atom mengandung inti yang bermuatan positif (Proton) dan dikelilingi oleh elektro-elektron yang beredar disekitanya. Didalam kabel tembaga, elektron-elektron (negative) mengalir menuju terminal proton (positif), dengan pengaruh suatu medan listrik. Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan biner). Sistem kerja digital tidak lepas dari pengaruh elektron yang mengalir menuju proton, sehingga prinsip kerja dari digital dimanfaatkan sebagai sistem penjegal atau pengatur dari tenaga lairan elektron ke proton. Adapun semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai proses dari basis datanya.

* Perpustakaan Digital

Perputakaan digital adalah sebuah sistem perpustakaan yang mengunakan elektronik dalam menyampaikan informasi dari sumber yang dimiliki. Media elektronik yang digunakan dapat diartikan secara luas seperti melalui komputer, telepon, internet, intranet dan sebgainya. Perpustakaan Digital merupakan sekumpulan kegiatan yang menggabungkan koleksi-koleksi, layanan dan sumber daya manusia untuk mendukung penuh siklus penciptaan, diseminasi, pemanfaatan dan penyimpanan data informasi, serta pengetahuan dalam segala bentuk format yang telah dievaluasi, diatur, diarsip dan disimpan. Juga perpustakaan Digital merupakan konsep penggunaan internet atau intranet dan teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan. Penerapan sisitem perpustakaan digital ini akan sangat membantu pustakawan dan para pengguna perpustakaan. Bagi pustakawan, sistem ini akan sangat membantu pekerjaan mereka melalui fungsi-fungsi otomasi yang tersedia, sehingga proses pengelolaan perpuskaan akan menjadi efektif dan efisien. Sistem ini juga sangat membantu pengguna perpustakaan dalam mengakses semua informasi yang tersedia pada database perpustakaan.

Perubahan paradigma baru pada perpustakaan modern saat ini yang lebih menempatkan perpustakaan sebagai knowlidge manager atau expertise dalam proses knowlidge transfer, maka dukungan perpustakan terhadap akademik diharapkan akan jauh lebih baik dan nampak nyata.

Semua proses tersebut akan dapat terwujud bila terjadi perubahan-perubahan terhadap kegiatan kepustakaan, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia dalam hal knowlidge management dan penguasaan teknologi, improvisasi bentuk layanan informasi, dan kehadiran teknologi informasi.

Untuk mencapai tujuan ini disadari bahwa bidang pembangunan infrastruktur jaringan teknologi informasi seperti intranet dan internet akan turut mempercepat pertumbuhan kemajuan suatu bangsa. Pembangunan sever intranet sebagi salah satu bagian pembangunan infrastruktur teknologi informasi sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat pada era informasi ini. Dengan kata lain bahwa intranet menjanjikan kecanggihan tekhnologi informasi masa ini, bersamaan dengan perkembangan internet. Konektivitas nya dengan internet menjadikan jaringan lokal intranet sebagai primadona jaringan lokal.


Actions

Information

3 responses

13 03 2009
Ramadhani

Menyatakan bahwa Perpustakaan Digital adalah “solusi alternatif” dapat difahami dalam berbagai pengertian, misalnya: bahwa ia merupakan “produk baru” dalam sistem pendidikan di Indonesia sehingga – sesuai fakta yang ada – belum dapat diakses oleh seluruh masyarakat di negara ini, bisa juga bahwa sesuatu yang bersifat digital dianggap “tabu” karena ada pandangan yang mengklasifikasikan masyarakat secara oposisional dalam bentuk kelas buruh dan kelas kapitalis, sehingga – lagi-lagi sesuai fakta – hanya bisa diakses oleh kalangan berduit, atau bisa pula bermakna bahwa perpustakaan digital adalah cita-cita yang ingin diusung para pustakawan dalam menghidupkan dunia baca dalam bentuk digital.
Dalam ide yang ketiga inilah seharusnya publikasi perpustakaan digital dilancarkan, sebab pertama, tatanan sosio-kultural masyarakat global yang sudah beranjak pada tingkat digital itu sendiri. karena itulah, mau tidak mau perpustkaan digital menjadi sesuatu yang menjadi bagian hidup itu sendiri (seperti laiknya nasi, baju, dan rumah). kedua, istilah “solusi alternatif” justru terkesan bernada pesimis. makanya, perpustakaan digital harus menjadi solusi utama, bukan sekedar alternatif.
Namun bersamaan dengan perkembangan dunia digital dalam dunia pustaka perlu juga dicanangkan sinergismenya dengan pendidikan spiritual guna mencegah “perkembangbiakan” teknologi digital menjadi monster yang membunuh mental manusiawi manusia. Sebab, bersamaan dengan majunya teknologi tumbuh pula akan ketakutan terhadap digdayanya, seperti ketergantungan terhadapnya, pembunuhan kreatifitas motorik dan kognitif manusia, beralihnya Tuhan dari wujud “ruh” menjadi “matrix yang berlarian setelah keyboard ditekan”. Ini memang gejala makro yang masih jauh dari perpustakaan digital, namun tidak menutup kemungkinan virus ini bisa menggerogoti identitas manusia. Konon, ada seorang filosof pasca-modern yang meramalkan bahwa beberapa tahun lagi uang kertas dan logam akan hilang, diganti dengan sistem akunting digital yang tertera di layar-layar mesin elektronik, dan itu sudah terjadi dengan contoh kecil, pulsa HP.

14 03 2009
Lowongan Kerja

Wah… mantap tuh kalo ada perpustakaan digital apalagi kalo semua buku ada :D

Salam Kenal ya… blog yg menarik,

Tukeran link yuk, nambah2 kawan?

24 03 2009
Bastra

Bagus sekali, salut.

Leave a comment