Library Go Open Source

24 01 2009

Tahun-tahun terakhir ini banyak sekali bermunculan para pengembang otomasi perpustakaan atau sistem informasi perpustakaan. Rupanya kebutuhan akan perangkat lunak atau sistem pendukung kegiatan perpustakaan yang murah dan ‘membumi’ semakin nyata ingin diwujudkan oleh berbagai kalangan. Sepertinya anggapan bahwa otomasi perpustakaan merupakan hal yang ‘mahal’ akan tinggal menjadi kenangan. Terbukti berbagai perangkat lunak ataupun program untuk otomasi perpustakaan GRATIS dan OPEN SOURCE bermunculan dimana-mana. Bahkan di Indonesia geliatnya semakin saja terasa. Diantara gaung Indonesia Go Open Source rupanya perpustakaanpun tidak mau ketinggalan. Seperti kata temen sepertinya ini memang saatnya LIBRARY GO OPEN SOURCE.
Setelah dulu pustakawan dan perpustakaan kita dininabobokan dengan CDS-ISIS, DYNIX, TINLIB, InMagic atau VTLS, saat ini kita temukan ada Athenaum Light, Openbiblio, PhpMylibrary, Emilda, Koha, dan tak lupa produk dalam negeri sendiri seperti Sipisis, IGLOO, XIGLOO, OtomigenX, Perpustakaan Light dan yang baru saja diluncurkan teman-teman di Jakarta yang bernama @Senayan. Salutt dan salam hormat saya sampaikan kepada rekan-rekan yang ‘berjuang’ mengembangkan program-program itu, saya yakin itu akan menjadi pahala yang mengalir terus menerus. Saya sudah bisa membayangkan akan banyak sekali perpustakaan yang selama ini ‘takut’ dengan penerapan teknologi otomasi yang dianggapnya ‘mahal’ akan segera merasakan manfaatnya. Bravo Perpustakaan Indonesia!!! Tunggu apa lagi? Kini saatnya bagi kita semua untuk ikut terjun dalam semangat LIBRARY GO OPEN SOURCE..


Actions

Information

8 responses

5 02 2009
starwrite

wah bagus juga tuh perpustakaan kalo dah melek teknologi…bravo deh..

6 02 2009
m394tron

Dengan adanya otomasi diperpustakaan diharapkan pustakawan dapat lebih kreatif dalam mengembangkan keilmuannya.
pustakawan tidak lagi disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat pengulangan seperti katalogisasi.
aktivitas katalogisasi seperti kita ketahui sangat-sangat memakan waktu yang banyak dan menjemukan, bayangkan saja kita harus membuat katalog dari sebuah buku yang meliputi katalog judul, katalog subjek, katalog pengarang, dll. Setelah itu kita harus menyusunnya di almari katalog secara berabjad, sungguh pekerjaan yang sangat-sangat menjemukan.
Dewasa ini sebagian pekerjaan pustakawan sudah tercukupkan dengan adanya otomasi perpustakaan. untuk itu maka saatnyalah bagi pustakawan untuk mengembangkan keilmuannya. Pustakawan hendaknya tidak hanya sekedar berkutat pada kemampuan dasarnya seperti katalogisasi, klasifikasi, inventarisasi, selving,dll. Pustakawan harus dituntut lebih kreatif, yaitu dengan melakukan kegiatan seperti penelitian, membuat daftar indeks, menulis artikel, menulis jurnal, atau bahkan ikut dalam memngembangkan otomasi perpustakaan.
Kedepannya pustakawan tidak lagi menjadi orang nomor dua dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

11 02 2009
sulhadi

terimaksih sudah menjawab pertanyaan ku di YA!, semoga menjadi lebih okeeee

eh di blog kamu ada ebook nya ga yah, aku lagi nyari ebook tentang linux ubuntu versi bahasa niehhh,

salam, http ://sulhadi.co.cc

11 02 2009
novi

blog yang bagus dan berbeda dengan yang lain, kalo info buku gratisnya da ga yahhh
salam dari aku ya, http://noviyanti.co.cc

11 02 2009
Anto

Kemajuan teknologi tidak mengenal ruang dan waktu, dalam “kedipan mata” saja yang saat ini dibilang canggih sudah berubah kuno.. salah satu teknologi terbaru yang telah launching adalah “New Wireless Reading Device” saya rasa kedepan perpustakaan modern dalam rak buku bukan lagi berisi buku tapi berisi Gadget semacam teknologi ini.. tapi kapan ya.. ??

Terima Kasih

Anto@CitraArsel.com

13 02 2009
zulf4

nice info, mampir and ngasih comment diblogku dong

13 02 2009
Anto

Kalau udah habis baca-baca di perpustakaan bisa langsung di uji dong keahliaanya di http://citraarsel.com/sertifikasi-microsoft-office

31 07 2009
Heri

Boleh jg Blog’y,masukan juga donk perpus kita…ya palingga foto kantor’y….

Leave a comment