PERPUSTAKAAN DIGITAL, Sebagai solusi alternatif.

8 03 2009

Perpustakaan menempati posisi yang sangat penting dalam suatu kehidupan Perguruan Tinggi. Dari perpustakaanlah diharapkan akan muncul dukungan bagi kesuksesan teaching dan learning, serta penelitian. Namun kondisi perpustakan di Indonesia khususnya diberbagai Perguruan Tinggi saat ini, belum sebagaimana yang diharapkan. Disisi lain kebujakan baru pemerintah tentang Kurikulum berbasis Kompetensi, yang memberikan wewenang dan hak bagi setiap Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing akan mendorong munculnya dinamika baru dalam teaching dan learning. Kecendrungan baru ini akan menyebabkan mahasiswa dan dosen harus akrab dengan perpustakaan. Kedepan perpustakaan dituntut untuk mengembangkan kultur baru. Sehingga terlihat jelas bahwa kebutuhan sarana dan prasarana layana secara tekhnis semakin meningkat dimasa mendatang. Dalam kaitan inilah pengembangan paradigma baru perpustakaanyang berbasis Aplikasi Teknologi Informasi, mendesak untuk segera dipersiapkan dan diterapkan dari sekarang, sebagai solusi alternatif.

Read the rest of this entry »





Library Go Open Source

24 01 2009

Tahun-tahun terakhir ini banyak sekali bermunculan para pengembang otomasi perpustakaan atau sistem informasi perpustakaan. Rupanya kebutuhan akan perangkat lunak atau sistem pendukung kegiatan perpustakaan yang murah dan ‘membumi’ semakin nyata ingin diwujudkan oleh berbagai kalangan. Sepertinya anggapan bahwa otomasi perpustakaan merupakan hal yang ‘mahal’ akan tinggal menjadi kenangan. Terbukti berbagai perangkat lunak ataupun program untuk otomasi perpustakaan GRATIS dan OPEN SOURCE bermunculan dimana-mana. Bahkan di Indonesia geliatnya semakin saja terasa. Diantara gaung Indonesia Go Open Source rupanya perpustakaanpun tidak mau ketinggalan. Seperti kata temen sepertinya ini memang saatnya LIBRARY GO OPEN SOURCE.
Setelah dulu pustakawan dan perpustakaan kita dininabobokan dengan CDS-ISIS, DYNIX, TINLIB, InMagic atau VTLS, saat ini kita temukan ada Athenaum Light, Openbiblio, PhpMylibrary, Emilda, Koha, dan tak lupa produk dalam negeri sendiri seperti Sipisis, IGLOO, XIGLOO, OtomigenX, Perpustakaan Light dan yang baru saja diluncurkan teman-teman di Jakarta yang bernama @Senayan. Salutt dan salam hormat saya sampaikan kepada rekan-rekan yang ‘berjuang’ mengembangkan program-program itu, saya yakin itu akan menjadi pahala yang mengalir terus menerus. Saya sudah bisa membayangkan akan banyak sekali perpustakaan yang selama ini ‘takut’ dengan penerapan teknologi otomasi yang dianggapnya ‘mahal’ akan segera merasakan manfaatnya. Bravo Perpustakaan Indonesia!!! Tunggu apa lagi? Kini saatnya bagi kita semua untuk ikut terjun dalam semangat LIBRARY GO OPEN SOURCE..





OPTIMALISASI MUTU PELAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN TEORI ANTRIAN

22 11 2008

Perpustakaan, salah satu fasilitas yang bisa dibilang sangat vital dalam dunia pendidikan. Perpustakaan menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mencari dan menambah informasi yang berkaitan dengan kuliah maupun umum. Dalam teori perpustakaan, perpustakaan bukan saja tempat untuk belajar namun juga tempat untuk rekreasi, untuk refresing. Untuk itu perpustakaan harus dapat membuat pengunjung menjadi betah dan merasa nyaman berada didalam perpustakaan.
Dalam kehidupan nyata sehari-hari kita akan selalu dihadapkan pada persoalan tentang antrian, baik skala kecil maupun skala besar yang membutuhkan penyelesaian serta solusi yang optimal. Salah satu contoh antrian pada kehidupan nyata akan dapat ditemui pada beberapa tempat fasilitas pelayanan umum, dimana masyarakat atau barang akan mengalami proses antrian dari kedatangan, memasuki antrian, menunggu, hingga proses pelayanan berlangsung.

Selengkapnya Klik Here





DEFINISI PERPUSTAKAAN DIGITAL

12 11 2008

  1. Perpustakaan Digital (digital library) adalah perpustakaan yang harus memenuhi atau menyediakan semua jasa yang esensial dari jasa perpustakaan tradisional dan juga harus mengekploitasi kelebihan dan manfaat penyimpanan penelusuran dan komunikasi digital.
  2. Perpustakaan Digital (digital library) adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku atau tulisan, gambar, suara, dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronikmelalui jaringan komputer.
  3. ……..

Selengkapnya…….. Klik disini





Pendayagunaan Teknologi Informasi Dalam Meningkatkan Mutu Dan Kualitas Perpustakaan

7 09 2008

Pada akhir-akhir ini kita sering menjumpai istilah teknologi informasi, baik dalam media grafis seperti surat kabar, majalah maupun media elektronik seperti radio dan televisi. Istilah teknologi informasi merupakan gabungan dua istilah dasar yaitu teknologi dan informasi. Teknologi dapat diartikan sebagai pelaksanaan ilmu, sinonim dengan ilmu terapan, dan informasi ditekankan sebagai transfer pengetahuan. sedangkan definisi teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi.

Teknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan nilai yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan kriteria penilaian yang digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan teknologi dan diperkaya oleh teknologi..

Baca Selengkapnya….. Klik disini





Dewey Decimal Classification

21 08 2008

Apabila Kita pergi ke sebuah perpustakaan, kemudian kita mencari buku yang kita perlukan pada sebuah sistem catalog computer yang tersedia, setelah memasukkan judul buku dan pengarangnya, maka kita akan menemukan kode buku yang kita inginkan,dengan kode tersebut memudahkan kita mencari dan dapat menemukan buku yang kita butuhkan dengan cepat. Kode yang muncul setelah pencarian tersebut adalah nomor klasifikasi buku yang digunakan perpustakaan untuk menyusun koleksi buku yang ada agar buku-buku yang sejenis dapat berkumpul berdekatan, misalnya dari berdasarkan bidang ilmunya.

Selain itu, sistem pengklasifikasian tersebut akan memudahkan dalam pencarian atau pun pengembalian buku. Ada beberapa macam sistem pengklasifikasian buku yang digunakan di berbagai perpustakaan. Namun, sistem yang paling banyak digunakan oleh perpustakaan-perpustakaan adalah sistem klasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC). DDC digunakan oleh perpustakaan di lebih dari 130 negara. Hingga saat ini, DDC telah digunakan lebih dari satu abad. Hal ini tentu tidak terlepas dari sistem/cara kerja DDC yang dipandang paling memadai dalam mengakomodasi perkembangan dunia perpustakaan dan perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Sistem pengklasifikasian buku DDC ditemukan oleh Melvil Dewey, seorang pustakawan berkebangsaan Amerika Serikat, yang hidup pada paruh kedua abad ke-19 hingga awal abad 20. Tulisan ini bermaksud memperkenalkan sosok Melvil Dewey, sang penemu sistem DDC, proses hingga ditemukannya sistem DDC, dan sekilas tentang cara kerja sistem DDC.

Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (1851–1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.

Selengkapnya……….  Klik disini





Selamat Datang Di Blog’Q

17 08 2008

Semoga informasi yang ada didalam blog ini bermanfaat bagi Kita semua

Terima Kasih